by CKCM | Apr 24, 2025 | Uncategorized
Saat SMA, aku adalah kapten tim pemandu sorak dan tim atletik. Nilai-nilaiku bagus, aku punya pacar, dan cukup populer. Aku bangga dengan reputasiku di sekolah. Apa lagi yang bisa diinginkan oleh seorang gadis 18 tahun?
Tapi aku bisa bilang satu hal yang jelas tidak aku inginkan: seorang bayi.
Aku sudah aktif secara seksual sejak usia 15, dan aku dan pacarku merasa hubungan kami berjalan dengan baik. Memulai sebuah keluarga sama sekali tidak ada dalam rencana kami. Tepat sebelum kelulusan, aku terkejut ketika menyadari aku telat haid. Dua garis pada alat tes kehamilan di rumah mengonfirmasi apa yang paling aku takuti.
Mempertahankan kehamilan bukanlah pilihan bagiku. Bahkan tidak pernah terlintas di pikiranku. Aku punya harapan dan impian untuk masa depan yang cerah, dan seorang bayi pasti akan menghalangi semuanya. Saat usia kehamilanku mencapai 10 minggu, ayah dari anakku dan aku pergi ke klinik aborsi. Aku masih sangat ingat suasananya: pemandangan, suara, bau. Pancaindra — dan terlebih lagi, emosiku — benar-benar kacau. Prosedurnya selesai sebelum aku menyadarinya. Konselor di klinik itu mengatakan semua hal yang tepat, dan aku merasa sangat lega akhirnya terbebas dari beban yang menindihku selama beberapa bulan terakhir. Segalanya terasa benar. Aku akhirnya bisa bernapas lega!
Namun mengatakan bahwa aku tidak siap saat emosi-emosi mulai membanjiriku adalah pernyataan yang meremehkan. Jika semuanya terasa benar ketika aku melakukan aborsi, mengapa sekarang aku merasa seperti berada di tengah badai? Semua tembok yang aku bangun runtuh. Rasa malu, bersalah, penyesalan, amarah — semuanya aku rasakan. Aku merasa seperti dihantui oleh monster berkepala empat. Aku tidak tahu kepada siapa harus bersandar. Orang tuaku tidak tahu tentang kehamilan dan aborsiku, dan aku tidak bisa bercerita pada teman-temanku. Aku tidak punya tempat yang aman. Hatiku begitu rapuh. Aku tidak tahu harus ke mana.
Aku masih sangat ingat suasananya: pemandangan, suara, bau. Pancaindra — dan terlebih lagi, emosiku — benar-benar kacau.
Jadi aku lari. Aku memang seorang pelari, dan berlari membuatku sibuk. Itu memberiku kesempatan untuk mengalihkan pikiranku dari tusukan-tusukan emosional yang dirasakan hatiku. Mungkin sebagian dari diriku merasa sedang mencoba lari dari rasa sakit yang menghantuiku, karena setiap kali aku berhenti berlari, rasa itu kembali lagi. Aku tidak siap menghadapi roller coaster emosi setelah aborsi. Berharap bisa memperbaiki hubungan kami, di usia 19 tahun aku menikah dengan pacar SMA-ku, dan dalam beberapa tahun kami memiliki dua anak yang luar biasa. Namun selama tahun-tahun pertama pernikahan, aku tahu kami belum benar-benar menghadapi emosi-emosi yang belum terselesaikan dari aborsi itu. Ketika suamiku berselingkuh, duniaku kembali runtuh.
Aku mengalami perubahan hidup yang sangat positif berkat pengaruh nenekku, tapi menghadapi kehilangan — pertama kehilangan anakku karena aborsi, lalu kehilangan suamiku karena perceraian — itu terlalu berat untuk hati seorang ibu. Aku mencoba mencurahkan seluruh energi untuk kedua anakku. Aku menjadi pelindung mereka. Aku bertekad membesarkan dan merawat mereka dengan seluruh jiwaku. Meskipun aku tahu masih banyak luka emosional yang harus aku hadapi, aku fokus untuk menjadi ibu terbaik yang aku bisa.
Lima tahun berlalu dan aku bertemu dengan seorang pria luar biasa, yang kini menjadi suamiku. Tapi aku masih sangat ingat pergumulanku dengan rasa takut akan penolakan. Bagaimana mungkin orang sebaik ini bisa mencintaiku? Aku bergumul dengan harga diriku dan takut bahwa semua bebanku akan terlalu berat untuk dia terima. Dia tahu tentang masa laluku dan luka emosionalku, dan tetap mencintaiku apa adanya. Saat kami menikah, aku merasa bersemangat akan kesempatan memulai kembali. Namun aku tahu masih ada yang perlu diubah. Ada bab yang belum ditutup dan luka yang dalam, dan aku tahu aku butuh bantuan. Setahun setelah pernikahan, aku mulai berkonsultasi dengan konselor, dan seperti cerita dalam buku, satu halaman demi halaman, aku mencurahkan beban rasa sakit yang kupikul selama satu dekade.
Sejak pernikahan pertamaku hingga kini dalam pernikahan keduaku, aku diberi anugerah menjadi ibu dari 11 anak lagi (ya, 11!). Setiap kehamilan memiliki cerita yang berbeda, tapi rasa sakit pasca-aborsi tetap terasa begitu dalam. Aku masih merasakan kesedihan setiap kali melahirkan anak baru ke dunia.
Jika aborsi adalah isu yang sedang kamu hadapi, ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian. Baik kamu sedang mempertimbangkan aborsi, atau sedang menjalani kehidupan setelah aborsi, jangan ragu untuk menghubungi salah satu mentor kami. Kami di sini untuk berjalan bersamamu dalam perjalanan yang membingungkan ini.
by CKCM | Apr 24, 2025 | Uncategorized
Kami sangat gembira — hasil tes kehamilan positif dan semuanya tampak sempurna. Keluarga kecil yang sempurna, detak jantung kecil yang sempurna, masa depan kecil yang sempurna. Meskipun perutku belum menunjukkan tanda-tanda adanya kehidupan kecil di dalamnya, wajahku yang berseri dan hati yang penuh sukacita tak bisa menyembunyikannya. Segalanya terasa penuh — hidup dengan harapan dan kebahagiaan.
Lucunya, semuanya bisa berubah dalam sekejap. Perjalanan biasa ke kamar mandi, setetes darah. USG rutin, tetapi tidak ada detak jantung. Harapan akan tangan dan kaki kecil yang bergerak di dalam digantikan oleh keheningan. Kami hancur. Tak lagi dipenuhi harapan akan seorang bayi kecil, hati kami dibanjiri ketidakpastian dan kekosongan.
Segera menjadi jelas bahwa bayi kecil yang selama ini aku harapkan dan doakan tidak lagi tumbuh dalam rahimku. Yang terjadi setelahnya jauh lebih traumatis daripada yang pernah aku bayangkan. Aku harus melewati pengalaman yang sulit dan secara emosional sangat menyakitkan — melahirkan anakku yang telah keguguran. Kesedihanku tidak terbantu oleh sejumlah tenaga kesehatan yang bersikap dingin (“jangan menangis, ini bukan masalah besar”) dan komentar yang tidak peka dari teman serta keluarga (“kuatlah, kamu baik-baik saja, lanjutkan hidup, kamu bisa coba lagi nanti, toh itu belum benar-benar bayi”).
Aku merasa gagal sebagai seorang wanita dan sebagai seorang istri. Aku yakin orang lain juga melihatku seperti itu.
Rasa bersalah halus yang ditumpuk oleh orang lain — dan oleh diriku sendiri — justru memperburuk segalanya. Pertanyaan-pertanyaan memenuhi pikiranku. Bagaimana jika ada yang salah denganku? Bagaimana jika aku tidak akan pernah bisa punya anak?
Aku berduka bukan hanya karena kehilangan anakku, tetapi juga karena hilangnya kepastian akan masa depanku. Aku merasa gagal sebagai wanita dan sebagai istri. Aku yakin orang lain juga melihatku seperti itu. Kehilangan bayiku adalah peristiwa paling menyakitkan secara fisik dan emosional yang pernah aku alami. Aku dikuasai rasa bersalah, kesepian, ketidakpastian, kegagalan, dan kesedihan.
Menemukan harapan dan kebahagiaan kembali membutuhkan waktu, tetapi ada beberapa hal yang membantuku dalam perjalanan menuju pemulihan. Aku menyadari bahwa baik untukku untuk berduka dan merayakan bayiku — bahwa aku tidak seharusnya mengabaikan kehilangan itu dan menyingkirkannya begitu saja. Aku juga menyadari bahwa membicarakan kehilangan ini bisa menjadi berkat, yang kemudian membawaku untuk mencari banyak orang lain yang juga pernah melalui kesedihan serupa. Bantuan terbesar datang ketika aku menyadari bahwa, meski aku mengalami kekosongan dan ketidakpastian, Tuhan bisa menyembuhkan hatiku dan kembali memenuhi hidupku dengan harapan.
Kamu tidak harus menempuh perjalanan ini sendirian dalam menghadapi rasa sakit karena keguguran. Jika kamu membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dan membantumu berduka dengan cara yang sehat serta menemukan harapan untuk masa depanmu, cukup isi formulir di bawah ini dan seorang mentor yang gratis dan rahasia akan segera menghubungimu. Kamu boleh menggunakan nama asli atau nama samaran. Itu sepenuhnya terserah kamu.
Nama Penulis diubah demi privasi.
by CKCM | Apr 24, 2025 | Uncategorized
Saya tumbuh besar tanpa figur seorang ayah di rumah. Saya terlahir dari sebuah hubungan perselingkuhan, sehingga hubungan ayah dan saya dirahasiakan selama bertahun-tahun. Semasa kecil, saya hanya melihat ayah saya beberapa jam dalam seminggu, tetapi pertemuan ini tidak pernah lebih dari sekadar bertukar sapa saja. Ketika saya masuk ke sekolah menengah, saya membuat pilihan-pilihan hidup dengan ceroboh, yang kemudian berkembang menjadi kecanduan narkoba, alkohol, dan seks di luar pernikahan. Gaya hidup ini saya pertahankan selama lebih dari sepuluh tahun.
Ketika saya baru saja menginjak usia 30 tahun, saya memiliki seorang anak dari perempuan yang saya tidak begitu kenal.
Pada awalnya saya dan ibu dari anak saya terlibat dalam konflik berkepanjangan. Kami melalui proses pengadilan yang sulit dan hal ini berdampak pada kondisi emosional saya yang kian memburuk, seolah saya dihantui dengan pertanyaan, “Bagaimana bisa saya menghadapi hari esok jika masa sulit ini terus berlangsung?”
Satu-satunya hal yang saya inginkan adalah memberikan kasih sayang dan perhatian untuk anak perempuan saya, hal yang tak pernah saya dapatkan di masa lalu dari ayah kandung saya. Pada mulanya, ibu dari anak saya mendapatkan hak asuh utama ketika ia masih bayi. Saya hanya diperbolehkan menengoknya dua minggu sekali. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana menjalani hal ini. Hidup saya mengabur. Saya kembali terjerumus ke beragam kecanduan dan kehilangan makna tentang siapa saya sebenarnya.
Ada pertempuran pengadilan yang kejam, kepusingan emosional, dan pemikiran yang terus-menerus tentang, “Bagaimana saya bisa melakukan ini?”
Saya kesulitan menjadi ayah semasa anak perempuan saya masih bayi. Saya masih membuat pilihan-pilihan yang tidak patut seperti mabuk-mabukan dan tidur sana-sini. Saya dan ibu dari anak saya terus berkonflik dan kami sama-sama tidak punya cukup uang. Sesuatu harus segera terjadi.
Karena saya jarang sekali berbicara dengan ibu dari anak saya, segala hal terkait dengan menjalankan peran sebagai orang tua harus saya pelajari sendiri. Saya belajar dari nol bagaimana mengatur waktu, memberi makan, mengganti popok, dan berinteraksi dengan putri saya. Meskipun selama kecil saya tidak pernah punya seorang ayah, saya sebetulnya mempelajari hal-hal ini dengan cukup cepat.
Sebelum anak saya menginjak usia satu tahun, saya membuat keputusan untuk mengubah hidup saya 180 derajat. Saya menjadi orang percaya baru (saya menerima Kristus secara prbadi?), bergabung dengan kelompok kecil pembelajaran Alkitab beranggotakan ayah-ayah yang berhasil, dan pada akhirnya saya memimpin kelompok kecil untuk mendukung ayah-ayah tunggal di sekitar saya. Iman percaya saya semakin menguat, saya bebas sepenuhnya dari kecanduan narkoba dan alkohol, dan saya memperoleh pekerjaan yang layak. Saya menutup banyak pintu dalam hidup saya yang perlu untuk ditutup, dan banyak pintu lain terbuka bagi saya untuk hal-hal yang baik. Saya mulai menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk Tuhan dan menjalani peran sebagai seorang ayah yang baik bagi putri saya. Tentu saja, saya masih terus belajar dari kesalahan sepanjang proses ini.
Sekarang saya memiliki hubungan yang fenomenal dengan putri saya. Meskipun saya tidak mendapatkan hak asuh sepenuhnya, saya tetaplah seorang ayah. Saya sudah melampaui masa-masa sulit dan meskipun dihadapkan pada banyak tantangan, saya yakin bahwa saya sudah diperlengkapi untuk menghadapinya dan untuk membesarkan putri saya sepatutnya.
Apakah anda seorang ayah tunggal yang sedang berjuang menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup seperti berkonflik dengan ibu dari anak anda, kesulitan memerankan tugas dan tanggung jawab seorang ayah, atau mengalami kedukaan karena kematian orang terdekat? Salah seorang mentor kami bersedia berbicara dengan anda dan mengiring anda dalam perjalanan hidup selanjutnya. Silakan isi formulir kontak di bawah ini.
Anda tidak harus menghadapi ini sendirian. Silakan isi formulir kontak di bawah ini dan salah seorang mentor kami akan merespon secepatnya. Informasi anda terjamin kerahasiaannya dan kami tidak memungut biaya.
Mentor-mentor kami bukan konselor profesional. Mereka adalah orang-orang biasa yang dengan sukarela membantu orang lain dalam perjalanan hidupnya dengan kasih dan penuh hormat.
by CKCM | Apr 24, 2025 | Uncategorized
“Mengapa saya?”
Itu adalah pemikiran yang sering kali terlintas di benak saya selama dua minggu terakhir. Seminggu yang lalu saya berada dalam sebuah penerbangan dari Toronto menuju Los Angeles untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan sejumlah pemimpin dari seluruh dunia. Saya merasa tertantang dengan kesempatan ini, tetapi mulai merasa sedikit gelisah beberapa jam sebelum penerbangan saya. Setelah mengkonfirmasi kepada koordinator pertemuan tersebut, saya memutuskan untuk melanjutkan rencana saya dan masuk ke pesawat. Sepanjang penerbangan, saya mengetahui bahwa, karena seorang pemain telah terserang Covid-19, NBA ditutup. Presiden Trump mengumumkan pembatasan perjalanan dari Eropa. Dan Tom Hanks dan Rita Wilson mengumumkan bawa mereka terinfeksi virus tersebut. Saat menyadari fakta bahwa saya terbang jauh dari rumah di dalam sebuah tabung raksasa yang berisi orang-orang yang berpotensi sakit, saya berpikir, “Mengapa saya?”
Saat saya tiba kembali di Canada, diinformasikan bahwa semua penumpang yang tiba di Kanada dari US harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Saya sudah sangat berhati-hati selama di pesawat, bandara, dan juga di hotel tetapi karena angka resiko yang meninggi, saya terkurung di rumah selama 2 minggu, Mengapa saya?
Saat berita tentang virus yang menyebar, dan kebijakan shut down dilakukan, isteri saya dan saya diinformasikan bahwa sebuah Konferensi di Fiji, dimana kami akan menjadi pembicara di Bulan Juli telah dibatalkan. Berhubungan dengan hal tersebut adalah sebuah perjalanan yang akan menjadi Perpanjangan Liburan ke Fiji-dan Hawai, suatu perjalanan sekali seumur hidup. Sekarang, agaknya dibatalkan.
Mengapa saya?
Seiring berjalannya waktu, saya mendapati bahwa tingkat kekhawatiran dan ketakutan saya meningkat. Apakah sebenarnya saya diserang virus dan tidak mengetahuinya? Berapa lama krisis ini akan berlangsung? Bagaimana dampaknya terhadap orang-orang terdekat saya?
Sangat ironis bahwa di tengah situasi ini, solusi terbaik untuk memperlambat penyebaran virus Covud-19 ini adalah dengan isolasi. Dan meskipun, di tengah masa seperti ini isolasi adalah hal terakhir yang kita butuhkan. Kita diciptakan untuk suatu hubungan! Itulah mengapa kami memiliki mentor-mentor online- untuk menyediakan seorang teman bicara di tengah masa isolasi saudara. Jadi, jika saudara ingin berbicara tentang bagaimana hidup saudara di masa-masa ini, jangan sungkan untuk menuliskannya dalam form di bawah ini.
Saudara tidak harus menghadapi situasi ini sendirian. Isilah form di bawah ini dan salah satu dari mentor kami akan meresponnya secepat mungkin. Hal ini bersifat konfidensial dan gratis.
Mentor-mentor kami bukanlah konselor. Mereka adalah orang-orang biasa yang bersedia untuk bergabung dalam perjalanan hidup oranglain dengan sifat belas kasih dan penuh penghargaan.
by CKCM | Apr 24, 2025 | Uncategorized
Musim panas lalu aku pergi ke pesta pernikahan sebagai pasangan dansa temanku dan ternyata aku menangkap karangan bunga yang dilemparkan pengantin perempuan. Menurut kepercayaan, orang yang menangkap lemparan karangan bunga akan segera menyusul menikah. Ketika aku membawanya kembali ke meja, teman pasanganku itu mengingatkan dengan tidak sensitif – dan menurutku tidak perlu – bahwa kami bukanlah pasangan. Itu adalah sebuah peringatan keras bahwa aku ada di sana hanya untuk mengisi kursi dan teman dansa, tetapi aku tidak boleh terlalu berharap untuk memakai gaun putihku sendiri dalam waktu dekat. Kami hanya berteman.
Dalam banyak hal aku menyukai pesta pernikahan. Tapi kini aku berada pada titik di mana aku hanya akan menghadiri sedikit pesta dalam setahun. Sangat menyenangkan untuk berpakaian bagus dan merayakan dengan orang-orang terdekat, dan selalu merupakan kehormatan untuk menjadi bagian dari pesta pernikahan. Tapi seiring bertambahnya usia, hal itu terasa semakin sulit.
Aku telah diberitahu berulang kali bahwa segala sesuatu indah pada waktunya.. Tapi aku sudah menunggu lama! Aku merasa seperti terjebak di luar: berada di dunia lajang dan belum menjadi anggota dunia rumah tangga dimana banyak temanku telah bergabung. Aku tidak tahu kapan, atau apakah aku akan masuk dunia hidup berumah tangga itu. Bagiku, itu adalah bagian tersulit dari menjadi lajang.
Adalah kenyataan yang menyakitkan bahwa aku berguling ke tempat tidur yang dingin, dan tetap dingin bahkan jika tidak ada yang mengambil selimutku.
Jangan salah paham, ada keuntungan yang pasti aku nikmati. Aku senang dapat melakukan hal-hal yang kuinginkan kapan pun aku mau, senang tidak ada orang yang aku harus berunding ketika mau menonton film, dan bergaul dengan teman-teman pria tanpa rasa bersalah yang mungkin akan muncul jika aku “menjadi milik” dari seseorang.
Aku suka menggendong anak-anak temanku, tetapi hal ini merupakan pengingat kesepianku ketika mereka memanggil mamanya dan meninggalkan lenganku. Adalah kenyataan yang menyakitkan bahwa aku berguling ke tempat tidur yang dingin, dan tetap dingin bahkan jika tidak ada yang mengambil selimutku. Aku menginginkan – tapi takut – terhadap komitmen dari hubungan yang serius dan memiliki keluarga kecilku sendiri.
Aku sudah mencoba situs kencan online, aku suka bergaul, dan aku berbicara dengan orang-orang yang tidak kukenal. Aku menghabiskan waktu lima tahun di universitas tempat banyak temanku bertemu dan jatuh cinta dengan pasangan mereka. Aku telah banyak berkencan, dan aku telah bertemu banyak laki-laki, tetapi sangat sedikit dari mereka yang mendekati tipe pria idaman yang kuharapkan menjadi pasangan hidupku. Dan jika ada yang mendekati tipe itu, mereka ternyata bukan untukku. Aku masih mendapati diriku tetap sendiri, dan bertanya-tanya (mungkin secara melodramatik): Apakah tetap begini? Sendirian, selamanya? Apa yang salah yang telah kulakukan?
Aku mendengar hatiku menangis pada malam-malam yang sunyi, mengatakan bahwa aku pasti telah gagal.
Aku tidak tahu apa yang membuatku berbeda dari teman-teman yang tidak perlu menunggu (setidaknya tidak selama seperti aku menunggu), tetap aku mendengar hatiku menangis pada malam-malam yang sunyi, mengatakan bahwa aku pasti telah gagal. Apakah teman-temanku lebih langsing? Lebih cantik? Lebih baik? Apakah mereka membuat pilihan yang lebih baik? Atau apakah mereka menerima kurang dari yang mereka inginkan? Kurang dari apa yang sebenarnya pantas mereka dapatkan? Apakah aku terlalu pemilih?
Bukannya aku belum pernah menjalin hubungan yang serius. Dalam semua hubungan yang kujalani kecuali satu, aku adalah orang yang pergi meninggalkan mereka. Aku ditawari cinta dan harapan untuk masa depan bersama dan aku takut. Atau aku egois. Atau aku orang yang dingin. Atau aku mungkin telah melakukan hal yang benar dengan meninggalkan hubungan itu. Rasanya aku tidak akan pernah tahu.
Aku tak berdaya, tetapi aku merasa waktuku hampir habis. Aku sering merasa sendirian dikelilingi oleh pasangan suami istri, tetapi aku telah belajar banyak tentang diriku. Jika Anda bergumul dengan keadaan melajang, tinggalkan informasi kontak Anda di bawah ini. Anda dapat menggunakan nama asli atau nama samaran. Terserah Anda. Seseorang dari tim kami akan segera menghubungi Anda. Anda mungkin merasa kesepian, tetapi Anda tidak sendirian.
by CKCM | Apr 24, 2025 | Uncategorized
Saya menulis tentang ini pada suatu hari, dua tahun lalu:
Selama beberapa waktu lamanya, saya merasa seperti seorang tawanan. Hari ini adalah salah satu dari hari-hari itu. Saya akan membiarkan suara yang ada dalam pikiran saya menjelaskan lebih lanjut.
Hai, aku adalah suara kecil yang ada dalam pikiranmu, yang memberitahumu bahwa ada seseorang yang mengawasimu ketika kamu tidur.
Ketika kamu masih anak-anak, aku katakan ada sesuatu yang besar dan menakutkan yang tinggal di bawah tempat tidurmu atau di lemarimu.
Yup, aku adalah suara yang sama yang memberitahumu untuk tidak melihat ke cermin di tengah malam, dan untuk ‘pergi’ ke kamar mandi ketika kamu kebelet, supaya kamu tidak terkena infeksi saluran kemih.
Kadang-kadang aku memperingatkanmu tentang hal-hal yang logis … seperti lebih ekstra hat-hati saat mengemudi dalam cuaca badai, berjaga-jaga dan awasi lingkunganmu ketika kamu keluar larut malam, atau mengambil waktu ekstra untuk mencuci tangan dengan hati-hati supaya tidak sakit.
PADA WAKTU YANG LAIN SAYA MENJADI ‘LEBAY’ DAN PARANOID AKAN BANYAK HAL
Seperti menyuruhmu bersiap untuk tabrakan setiap kali kamu mendengar pesawat terbang berada di atas kepalamu.
Atau mungkin ada bom di kereta bawah tanah dan kamu lebih baik memberitahu teman-teman dan keluarga bahwa kamu mencintai mereka saat ada kesempatan.
Seorang pria bersenjata yang sakit mental akan berjalan ke tempat kerjamu dan mulai menembak secara acak, jadi kamu sebaiknya merencanakan tempat persembunyian yang baik sebelum terlambat.
Angin semakin keras – apakah kamu siap menghadapi badai?
SAYA BISA BERSIKAP SANGAT NEGATIF
Wah.. terlambat – wanita di super market itu tidak menutup mulutnya ketika dia batuk dan kamu pasti akan sakit.
Malam ini adalah saatnya – di mana seseorang akan masuk ke rumahmu malam ini.
Kamu memintanya untuk mengirimi SMS begitu ia tiba di rumah dan ia seharusnya sudah di rumah sekarang – ia mungkin mengalami kecelakaan.
Rumah terlalu sepi, ibumu harusnya berada di rumah – seseorang mungkin memotong lehernya dan meninggalkannya di kamar mandi dengan bergelimang darah.
Ya. Kematian adalah spesialisasiku.
Anehnya, hal-hal kecil yang tidak terlalu penting benar-benar menghantuimu.
Kamu tidak bekerja cukup lama – rekan kerjamu mungkin berpikir kamu malas.
Kamu sudah belajar berjam-jam pada suatu waktu tetapi nilaimu tidak menunjukkannya – Kamu mungkin tidak akan lulus.
Mereka tidak menyukaimu karena kamu tidak cukup keren.
Mereka pasti berbicara di belakangmu.
Mereka mungkin tidak menganggap mu sebagai teman dekat seperti kamu menganggap mereka.
Apakah kamu dapat membayar tagihan bulan ini?
LIHAT APA YANG AKU MAKSUDKAN? SESUATU YANG SEPELE.
Namun, aku memusatkan pikiranmu dengan kekuatiran yang paling rumit hingga yang paling sederhana – dan semuanya bekerja dengan indah bersama!
Jantungmu berdetak lebih cepat,kamu mulai gelisah, kamu kesulitan bernapas – seperti lumpuh.
Kamu lumpuh oleh ketakutanmu pada imajinasimu sendiri.
Bagaimana kamu bisa percaya diri?
Bagaimana kamu bisa mempercayai suara-suara itu di kepalamu? Kamu benar-benar berpikir bahwa kamu layak dipercaya?
Kamu tidak memiliki kendali atas apa yang aku katakan kepadamu, dan jelas juga tidak bisa menghalangiku.
Jadi, apa yang akan membantumu?
AKU MEMBUATMU MENJADI TAWANAN – AKU ADALAH DIRIMU
Saya mungkin menulis ini pada istirahat makan siang di tempat kerja atau di kereta selama perjalanan saya ke sekolah. Atau mungkin waktu yang lain, saat saya diselimuti emosi yang menyesakkan ini.
Saya mulai menulis ini dua tahun lalu . Ini aneh. Saya tidak ingat mengetik ini sama sekali, namun emosi dan perasaan seperti lumpuh ini terasa sangat akrab.
Pernahkah kamu bergumul dengan pikiran-pikiran yang menakutkan yang memenuhi pikiran? Membicarakannya dengan seseorang benar-benar membantu saya, dan itu bisa membantu kamu juga.